Merumuskan Metolodogi pada lukisan " The Scream "


Lukisan " The Scream " 1893

Pendaluhuan 

Seni lukis merupakan pengmbangan yang lebih utuh dari menggambar, seni lukis juga merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, bidang dan bentuk. Seni lukis sendiri menjadi bentuk ekspresi manusia yang dituangkan dalam kanvas atau bidang 2 dimensi lainnya. Dalam seni lukis pelukis dapat mengekspresikan emosi yang ingin dituangkan dan seringkali mengeksplorasi berbagai tema seperti alam, hewan, kehidupan ataupun tentang kemanusiaan, teknik melukis setiap pelukis memiliki teknik yang berbeda beda seperti realisme, kubisme, ekspresionisme, maupun impresionisme.

Salah satu tokoh dalam seni lukis ialah Edvard Munch. Edvard Munch, seorang pelukis ekspresionisme Norwegia yang terkenal, dikenal sebagai salah satu seniman paling berpengaruh pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Karyanya yang ikonik, “The Scream,” telah menjadi simbol kecemasan dan kegelisahan manusia yang abadi. Dalam biografi Edvard Munch ini, kita akan menjelajahi kehidupan dan karya Edvard Munch, serta pengaruhnya terhadap dunia seni.

 

Kerangka Teoritik - Metodologi

Kerangka teoritik ini dibuat menggunakan semiotika Charles Sanders Pierce. Teori semiotika Charles Sanders Peirce adalah fondasi penting dalam studi tentang tanda dan simbol serta penggunaannya dalam komunikasi.Adanya konsep tanda pada peirce representamen dan objek untuk pengelompokan tanda itu sendiri menurut pierce yaitu ikon, indeks dan simbol. Menganalisis elemen visual dan makna lukisan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. 


Trikomi Semiotika 

Representasi dan objek pada lukisan " The Scream "

Ikon, Dalam karya ini, gambar subjek yang sedang menjerit dapat dianggap sebagai tanda ikonik. Gambar ini menunjukkan objek dengan cara yang menyerupai bentuk atau karakteristik fisiknya dalam kehidupan nyata. Subjek yang menjerit memiliki bentuk yang jelas terlihat dan mudah dikenali, meskipun dalam gaya yang ekspresif dan non-realistis

Indeks, dalam lukisan ini Latar belakang yang menakutkan dan suram dalam karya ini dapat dianggap sebagai tanda indeksikal. Latar belakang ini menunjukkan atau mengindikasikan suasana atau keadaan tertentu yang tidak langsung terkait dengan subjeknya. Misalnya, langit berwarna merah-oranye dan garis-garis berliku dapat dianggap sebagai indikasi dari kecemasan atau kekacauan di sekitar subjek.

Symbol, Penggunaan warna dan komposisi dalam karya ini dapat dianggap sebagai tanda simbolik. Warna-warna cerah seperti merah dan oranye dapat memiliki makna simbolik yang melambangkan kecemasan, ketakutan, atau bahkan kehancuran. Begitu pula dengan penggunaan garis-garis yang melengkung dan melengkung, yang mungkin memiliki makna simbolik tentang ketidakstabilan atau kekacauan dalam pikiran subjek.


Analisis Visual pada karya seni " The Scream "

Analisis Visual pada karya seni " The Scream " karya Edvard Munch adalah karya seni yang penuh dengan elemen visual yang kuat dan menarik. Beberapa Elemen visual yang ada dalam lukisan ini

A. Ekspresi Emosi: Ekspresi wajah yang terdistorsi secara dramatis pada tokoh utama menangkap perasaan kecemasan, kebingungan, dan ketakutan yang mendalam.

B. Warna yang Berani: Penggunaan warna yang kuat dan kontras, seperti merah cerah dan oranye untuk latar belakang, memberikan kesan intensitas emosi yang dipancarkan oleh lukisan ini.

C. Garis-Garis yang Terganggu: Garis-garis yang tidak teratur dan bergerak memberikan kesan gelombang kecemasan yang melintasi lukisan, menambahkan dinamika visual yang dramatis.

D. Perspektif Tidak Konvensional: Pemandangan yang terdistorsi dan tidak teratur menciptakan atmosfer yang tidak stabil dan aneh, menyampaikan perasaan kebingungan dan ketidakpastian

E. Kehampaan Ruang: Kehampaan ruang di sekitar tokoh utama memberikan kesan isolasi dan kesendirian, memperkuat perasaan terisolasi dan terpinggirkan.


Makna lukisan

Adapun makna yang tersirat pada lukisan " The Scream " menggambarkan seseorang yang tercekam atau mengalami kecemasan, dengan latar belakang cakrawala yang berupa senja berwarna merah yang membuat nya agak seram , beberapa peneliti meyakini senja merah pada lukisan itu terlihat setelah letusan Gunung Krakatau pada 1883.


Kesimpulan

kesimpulan bahwa lukisan "The Scream" karya Edvard Munch menggambarkan makna yang mendalam tentang Kebingungan, ketakutan, dan kecemasan manusia dalam menghadapi eksistensi dan kompleksitas kehidupan. Analisis karya ini mengungkapkan bahwa lukisan ini adalah sebuah perwujudan visual dari perasaan kebingungan dan isolasi yang mendasar dalam jiwa manusia. Dalam lukisan ini, sosok yang berteriak di atas latar belakang langit merah jingga dan berawan menciptakan suasana yang mencekam dan mengganggu. Penggunaan warna dan garis yang kuat mengintensifkan ekspresi emosional, menciptakan rasa takut dan kekacauan. Sosok yang tampak terisolasi dan tanpa identitas yang jelas mencerminkan perasaan kesepian yang dalam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada lukisan " The Scream "

Analisis Film Laskar Pelangi